Facebook Invite Friends

Portal Kota Makassar



Rabu, 03 Juli 2012 | 1910 HITS
Bugis Waterpark Tidak Seindah Promosinya

Pintu Masuk Bugis Waterpark rtm
Para pengunjung tempat wisata Bugis Waterpark yang datang di tempat wisata tersebut merasa kecewa dengan pengelolaan tempat wisata. Tingginya animo masyarakat yang ingin berkunjung dan menikmati wahana bermain air ternyata tidak di respon dengan cepat oleh pihak manajemen/pengelola tempat wisata ini.

Inilah yang terlihat pada kejadian Hari Rabu, 3 Juli 2012 di lokasi pintu masuk Bugis Waterpark (lihat gambar).  Banyak pengunjung yang berdatangan tapi tidak bisa masuk karena loket penjualan telah tertutup. Setelah di konfirmasi ke pihak manajemen/pengelola ternyata banyak menimbulkan keanehan yang menyebabkan banyaknya pengunjung menggangap pihak manajemen/pengelola melakukan ‘pembiaran‘ kedatangan penonton ke tempat wisata tersebut yang harus pulang dengan perasaan kecewa.

Ada beberapa pernyataan yang dilontarkan, yang mengandung tanda tanya dan keanehan responsibility dari pihak manajemen/pengelola.

1. Pihak Security (pihak yang pertama diminta penjelasan oleh pengunjung)

Ketika di tanya oleh salah satu pengunjung tentang keberadaan tiket , pihak security tempat wisata menyatakan: tiket sudah habis, kami hanya memperbolehkan pengunjung masuk yang telah memiliki tiket masuk.

Untuk hal penjualan tiket, pihak security menjawab: silahkan beli tiketnya besok, kami tidak menjual tiket hari ini untuk besok.

Dengan tegas pun pihak security tidak mau memberitahukan namanya ketika ditanyai identitasnya. Begitupun juga dengan seorang wanita yang berpakaian biru yang mengatasnamakan dari pihak manajemen ketika salah satu pengunjung menanyakan  identitas wanita tersebut kepada security, ternyata security tersebut tidak mengetahui nama wanita tersebut.

2. Marcom Bugis Waterpark, Sdr. Adwin Pratama

Untuk mendengar jawaban dari Marcom tempat wisata ini, para pengunjung harus menunggu sekitar 15-20 menit untuk kemunculannya didepan para pengunjung. Kesimpulan dari jawaban Marcom tersebut adalah bahwa pihak manajemen/pengelola memang telah melakukan pembatasan pengunjung mulai hari ini (03 Juli 2012) demi kenyamanan para pengunjung untuk menikmati wahana ini, dan karena alasan wahana bermain air ini sangat berbahaya apabila pengunjungnya sangat banyak. Dengan dalih alasan tersebut loket penjualan tiket ditutup.

Keputusan untuk melakukan pembatasan jumlah pengunjung ini, lanjut Adwin, berlaku mulai hari ini dan saat ini sedang berlangsung rapat manajemen.

Ketika ditanyakan soal langkah/tindakan yang telah dilakukan untuk mengurangi/menghindari para pengunjung yang telah terus berdatangan saat berlangsungnya percakapan antara Marcom dan pengunjung, Adwin tidak dapat menjawab dan mengharap para pengunjung untuk menunggu kedatangan Manajer Bugis Waterpark (sambil mengangkat HP yang katanya menelpon untuk memanggil Manajernya).

Sampai beberapa menit si Manajer tidak muncul, sementara waktu telah menunjukkan jam 15.35. Akhirnya pengunjung bertanya dimana keberadaan Manajer? Lagi shalat, kata Adrian.

Dari beberapa percakapan yang telah dilakukan antara pihak security – marcom dan para pengunjung, berikut beberapa keanehan yang bisa disimpulkan:

1. Kurangnya koordinasi pihak manajemen/pengelola dengan para security (yang merupakan baris terdepan yang berhadapan dengan para pengunjung) untuk melakukan sosialisasi tentang teknis penjualan tiket.

2. Tidak adanya responsibility dari pihak manajemen untuk memberikan solusi kepada para pengunjung yang telah berdatangan dan akhirnya harus kecewa. Sementara beberapa pengunjung berasal dari berbagai daerah, antara lain Bantaeng, Maros dan Sinjai datang ke Makassar hanya untuk ingin menikmati wahana air tersebut yang katanya terbesar di Indonesia Timur.

3. Kurangnya wawasan para manajemen untuk melakukan langkah-langkah kongkret untuk sekedar memberikan informasi kepada publik atas keputusan yang telah diambil. Tidak dimanfaatkannya media fanspage facebook yang dimiliki oleh Bugis Waterpark yang telah memiliki member lebih dari 1000 akun facebook untuk melakukan penyebaran informasi atas keputusan-keputusan yang telah diambil yang berhubungan dengan publik. (rtm/mks)

comments powered by Disqus




NewsLetter Sign Up !

Please enter your Email and Name to join.

Digital Newsletter

To unsubsribe please click here ».