Pengumuman :
Pasang Iklan Disini

Google Doodle Hari Ini Untuk Sang Maestro Didi Kempot

  • 1574
Sang Maestro Didi Kempot di Google Doodles (Google Doodles)
Ukuran huruf:
Cetak

Pada usia 18 tahun, Kempot dan teman-temannya membentuk band jalanan bernama Kelompok Pengamen Trotoar  dan mulai mengamen untuk mencari nafkah. Selama lebih dari dua dekade, penyanyi kelas dunia ini tampil di jalanan Surakarta dan Jakarta.

Tidak hanya itu, "Kelompok Pengamen Trotoar" kemudian menjadi tempat dia mendapatkan nama belakangnya yang terkenal "Kempot". Meskipun dia tidak punya uang, dia menulis dan membawakan beberapa lagunya yang paling terkenal termasuk "We Cen Yu", "Cidro" (Patah), "Moblong-Moblong" (Berlubang), dan "Podo Pintere" (Sama Pintar).

Setelah seharian mengamen, Didi kerap begadang untuk merekam lagu-lagunya di kaset kosong. Meski sebagian besar kaset yang dia kirim ke studio rekaman tidak pernah melewati meja keamanan, Kempot tidak pernah menyerah pada mimpinya.

Kempot akhirnya mendapat terobosan besar pada tahun 1989 dan menandatangani kontrak dengan label musik. Single hit pertamanya Cidro menjadi sangat populer di Belanda dan Suriname, dua negara dengan diaspora Jawa yang besar. Hal itu pula yang membuka jalan bagi musik campursari untuk menembus pasar mainstream.

Ketika Kempot melakukan perjalanan ke Belanda untuk tampil pada tahun 1993, dia terharu melihat para penggemar telah menghafal lirik lagunya. Dia melanjutkan untuk merilis sepuluh album lagi di Belanda dan Suriname.

Dalam beberapa tahun terakhir, musik campursari Kempot mengalami kebangkitan popularitas di kalangan generasi muda. Lagu-lagunya terus menyentuh hati orang-orang romantis yang putus asa di seluruh dunia.

Halaman Selanjutnya:
Pasang Iklan Disini

Wakil Presiden Ma'ruf Amin Kunjungi SMK Rangas, Disambut Ratusan Siswa
Berita Sebelumnya Wakil Presiden Ma'ruf Amin Kunjungi SMK Rangas, Disambut…
Berita Selanjutnya Inter Milan Kian Kokoh di Puncak Serie A…

Berita Terkait