Pengumuman :
Pasang Iklan Disini

Krisis Pilot IndiGo: Ketika Langit India Kehabisan Awak

  • 97
Kementerian Penerbangan India pada tanggal 5 Desember mencabut kebijakan baru tentang istirahat mingguan bagi pilot setelah kekacauan yang disebabkan (forbesindia.com)
Ukuran huruf:
Cetak

Awal Desember 2025 menjadi momen yang tak terlupakan bagi ribuan penumpang maskapai IndiGo. Dalam hitungan hari, jadwal penerbangan yang biasanya rapi berubah jadi kekacauan. Sekitar 1.600 penerbangan dibatalkan hanya dalam satu hari, membuat bandara penuh keluhan dan media sosial dibanjiri cerita penumpang yang terdampar.

IndiGo, yang selama ini dikenal sebagai pemimpin pasar domestik India, ternyata tidak siap menghadapi perubahan aturan jam kerja pilot yang diberlakukan pemerintah. Aturan baru ini menekankan pentingnya istirahat dan membatasi jam terbang malam hari. Tujuannya jelas: menjaga keselamatan dan kesehatan kru. Tapi di balik niat baik itu, sistem operasional IndiGo justru kolaps.

Para pilot mulai angkat bicara. Mereka mengungkapkan bahwa selama ini jam kerja mereka sangat padat, bahkan bisa mencapai 150 jam sebulan. Banyak dari mereka merasa kelelahan, tapi tetap harus terbang demi memenuhi target perusahaan. Yang lebih mengejutkan, gaji awal untuk pilot pemula justru stagnan, sementara biaya pelatihan melonjak tajam. Beberapa bahkan harus mengeluarkan lebih dari Rp1,5 miliar untuk bisa duduk di kokpit pesawat komersial.

Kondisi ini membuat banyak pilot berpengalaman memilih hengkang ke Timur Tengah atau negara lain yang menawarkan jadwal lebih manusiawi dan gaji lebih tinggi. Sementara itu, IndiGo justru membekukan perekrutan dan mengandalkan sistem “optimiser” yang menyusun jadwal berdasarkan efisiensi, bukan kebutuhan biologis manusia.

Krisis ini membuka mata banyak pihak bahwa industri penerbangan India sedang menghadapi tantangan serius. Kekurangan kapten, tekanan kerja, dan sistem pelatihan yang mahal membuat regenerasi pilot menjadi sulit. Pemerintah pun turun tangan, melonggarkan aturan sementara agar IndiGo bisa kembali beroperasi normal.

Namun, pertanyaannya tetap menggantung: apakah ini hanya solusi sementara? Atau justru sinyal bahwa industri penerbangan harus berubah secara menyeluruh?

Halaman Selanjutnya:
Pasang Iklan Disini

Fenomena Viral
Berita Sebelumnya Fenomena Viral "67": Angka Absurd Jadi Bahasa Rahasia…
Berita Selanjutnya Tasya Juara 1 Dangdut Academy 7 Indosiar 2025

Berita Terkait
Komentar (0)
    Belum ada komentar pada berita ini.
    Jadilah orang pertama yang memberikan komentar.
Komentar Anda