Makassar – Sebuah tren unik dan kontroversial sedang ramai di platform Threads. Sejumlah warganet secara terbuka menyatakan nazar atau janji untuk memberikan jasa dan produk secara gratis apabila Presiden Prabowo Subianto lengser dari jabatannya.
Tren ini bermula dari unggahan seorang pengguna yang menawarkan sesi pemotretan prewedding gratis di Bali untuk lima pasangan. Syaratnya, pasangan tersebut harus turun dalam aksi demonstrasi. Unggahan tersebut kemudian dibagikan ulang dan cepat menyebar.
Tak lama kemudian, banyak akun lain ikut-ikutan. Beberapa menawarkan pembagian suvenir, pakan kucing liar, ayam goreng gratis sepanjang hari, hingga layanan kesehatan seperti pembersihan karang gigi dan konsultasi kulit.
Prabowo dan Megawati Rencanakan Pertemuan Lanjutan, Ada Wacana 17 Oktober Bertepatan Ultah Presiden
Salah satu unggahan yang cukup menarik perhatian berbunyi kurang lebih: “Ayo algoritma! Prabowo lengser gua kasih prewedding di Bali gratis, buat 5 pasangan, khusus yang turun demo.” Akun tersebut bahkan menyatakan siap menanggung biaya transportasi.
Fenomena ini mencerminkan cara sebagian masyarakat, khususnya generasi muda, mengekspresikan aspirasi politik melalui media sosial dengan gaya yang lebih ringan dan kreatif. Meski demikian, tren tersebut juga memicu perdebatan.
Sebagian warganet menganggapnya sebagai bentuk humor dan kebebasan berekspresi. Sementara yang lain menilai tindakan semacam ini kurang etis karena menyangkut jabatan kepala negara dan berpotensi memicu polarisasi.
Presiden Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
Hingga Senin (2 November 2026), unggahan-unggahan sejenis masih terus bermunculan dan menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas di Threads. Belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana atau pemerintah terkait tren ini.
Para pengamat media sosial menilai fenomena semacam ini menunjukkan betapa platform digital kini menjadi ruang utama bagi masyarakat untuk menyuarakan pendapat, baik secara serius maupun satir.
Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam bermedia sosial dan tidak membawa isu politik ke arah yang berlebihan atau menyinggung SARA.








Jadilah orang pertama yang memberikan komentar.