"Melalui serangan ini, musuh dapat meracuni lokasi perangkat korban di jaringan inti, sehingga memungkinkan pembentukan alibi palsu atau menanamkan bukti palsu selama penyelidikan kriminal,".
Serangan lain yang dicatat dalam laporan penelitian adalah data perangkat yang menggunakan data lokasi untuk membentuk serangan penolakan layanan terhadap perangkat dan secara offline.
Serangan ini juga dapat membajak saluran paging untuk menyuntikkan pemberitahuan palsu atau memotong akses perangkat ke notifikasi.
Yang mengkhawatirkan adalah banyak dari serangan ini bisa dilakukan dengan biaya yang relatif rendah.
Seperti dicatat oleh ZDNet, alat untuk memasang serangan ini dapat dibangun seharga $ 1.300 sampai $ 3.900 jika dirupiahkan akan berada pada kisaran Rp. 17jutaan sampai Rp. 53jutaan .
"Akar penyebab sebagian besar serangan ini adalah kurangnya perlindungan otentikasi, enkripsi, dan perlindungan replay yang tepat dalam pesan protokol yang penting," Syed Rafiul Hussain, salah satu peneliti dalam proyek tersebut, mengatakan kepada ZDNet.
E-Learning Center di TKJ Club Makassar






